10 Tradisi Paling Mengerikan Di Dunia

Tradisi adalah sesuatu yang telah dilakukan mulai sejak lama dan menjadi bagian hidup dari kehidupan kelompok masyarakat tertentu. Dan di jaman sekarang sebagian besar tradisi ini dianggap bagian dari sejarah.

Tapi untuk sekarang ini sebagian besar tradisi yang bersifat tradisional di berbagai negara mulai ditinggalkan bahkan telah ada yang punah. Hal ini disebabkan adanya budaya baru yang bersifat lebih modern.

Setiap negara tentunya memiliki banyak tradisi yang berbeda. Saking banyaknya tradisi tersebut hingga menjadi keunikan tersendiri bagi negara tersebut. Mulai dari tradisi tradisi yang bersifat keagamaan, hingga tradisi yang sifatnya sangat mengerikan.

Berikut 10 Tradisi Paling Mengerikan Di Dunia

1. Tradisi Pemakaman Langit Di Tibet

Tibet merupakan kawasan di asia tengah yang dihuni oleh suku asli tibet. Dengan ketinggian 4,900 meter (16,000 kaki) diatas permukaan air laut, Tibet merupakan daratan yang tertinggi di Bumi yang sering disebut :Bumbung Dunia.”

Oleh karena tidak ada tanah untuk kuburan yang disebabkan kondisi geografi tanah tempat tinggal mereka terletak di atas gunung, dimana tidak ada tanah yang lembut dan hampir semuanya adalah batuan keras. Maka jika ada yang meninggal, mereka akan memberikan si mayat untuk dimakan oleh burung bangkai.

diselain itu, dengan cara ini mereka percaya bahwa roh si mayat akan kekal di gunung. Biasanya tubuh si mayat akan dimotong dan dihancurkan untuk memudahkan burung tersebut mempercepatkan proses memakannya. Mereka juga tidak mau burung tersebut mengambil anggota tubuh yang masih sempurna seperti kepala, tangan dll.

2. Tumbal Manusia – Tradisi Di Jaman Kuno

Tradisi ini adalah perbuatan membunuh manusia dengan maksud menawarkan persembahan kepada dewa atau sejenisnya. Banyak kebudayaan kuno yang melakukan tradisi ini. persembahan ini bervariasi, seperti Mayans dan Aztecs kuno yang terkenal akan upacara persembahannya.

Korban persembahan dibunuh dengan cara yang berbeda-beda, ada yang dibakar, dipenggal, atau dikubur hidup-hidup. Dapat berupa anak kecil, atau gadis-gadis perawan.

Ini merupakan tradisi paling mengerikan yang pernah ada di dunia, banyak agama mengutuk praktek-ini dan undang-undang menganggapnya sebagai tindak pidana. Tetapi hingga hari ini, kadang masih ada yang mejalankan tradisi tersebut terutama didaerah-daerah terpencil di mana masyarakatnya masih percaya dengan dewa dewi kuno.

3. Seppuku Atau Harakiri – Tradisi Bunuh Diri Di Jepang

Harakiri adalah salah satu tradisi kebanggan orang Jepang, yang berasal dari kata “hara” berarti perut dan “kiru” berarti memotong. Harakiri dikenal juga dengan istilah seppuku. Tradisi harakiri ini dilakukan oleh prajurit berkelas dari kalangan samurai sebagai bukti kesetiaan.

Bunuh diri yang dilakukan Samurai ini sangat menyiksa, sebab si pelaku mesti merobek dan mengeluarkan isi perutnya. Ada ritual khusus yang harus dilakukan oleh Samurai apabila mau melaksanakan harakiri. dia harus mandi, memakai jubah putih, dan memakan makanan favorite.

Pelaku harakiri ditemani juga seseorang yang sisebut kaishakunin, yang dia pilih sendiri. Kaishakunin ini bertugas membuka kimononya dan mengambilkan pisau yang akan digunakannya.

Apabila pelaku harakiri menjerit atau menangis kesakitan disaat dia menusuk dan mengeluarkan isi perutnya, hal itu dianggap sesuatu yang memalukan bagi seorang Samurai. Sebab itu Kaishaku bertugas mempercepat kematian dan mengurangi penderitaan itu, dengan memenggal kepala si pelaku.

4. Duel – Tradisi Orang Barat

kebiasaan duel dipraktikkan pada abad 15-20 oleh orang-orang barat, yang merupakan tanding antara dua orang, kematian dicocokkan dengan senjata, serasi dengan aturan eksplisit atau implisit yang sudah disepakati, yang merupakan lambang kehormatan, umumnya didampingi oleh perwakilan yang dipercaya.

duel ini umumnya terjadi dikarenakan kemauan satu pihak (yang penantang)lantaran dianggap sudah melakukan penghinaan. Maksud dari duel tak lain yakni untuk kepuasan semata, untuk memulihkan status kehormatan mereka. duel ini kebanyakan dilakukan dengan pistol maupun pedang.

5. Sati – Tradisi Bakar Diri Hidup-Hidup Di India

Sati atau membakar diri hidup-hidup, dianggap sebagai lambang dari kesalehan dan kesetian, sekaligus untuk menunjukkan kepemilikan pria atas wanita, umumnya dilakukan oleh wanita yang kastanya tinggi dan dipercaya cuma wanita pilihan yang akan melakukannya.

Tradisi ini dipercaya sebagai alternatif yang lebih baik disaat seseorang istri ditinggal mati suaminya, daripada mereka mengalami penyiksaan dari saudara-saudara ipar yang akan menyalahkan wanita tersebut sebagai penyebab kematian suami.

Tak hanya berlaku untuk istri, namun juga berlaku bagi istri simpanan, ipar dan bahkan seorang ibu, untuk mengorbankan diri mereka diapi pembakaran jenasah pria yang memilikinya. Menurut ajaran Hindu di india Pelaku sati diagungkan sebagai pahlawan.

6. Kebiri – Tradisi China Kuno

Kasin yang disebut juga Eunuchs adalah seorang pria yang kehilangan alat kelamin yang dipotong dengan sengaja atau sebab lainnya. Catatan sejarah pertama kali mengenai pengebirian dengan sengaja guna menghasilkan seorang kasim bermula di kota Lagash, Sumeria pada abad ke-21 Sebelum masehi.

Sejak itu, selama beribu-ribu tahun banyak kasim bekerja di berbagai kebudayaan seperti pelayan istana atau pelayan rumah tangga, penyanyi, petugas-petugas keagamaan khusus, petinggi pemerintah, komandan militer, dan pengawal kaum wanita maupun pelayan di rumah harem.

Di china kuno, pengebirian adalah salah satu bentuk hukuman tradisional dan sebagai media untuk memperoleh jabatan di kalangan istana kekaisaran china waktu itu. Pada akhir Dinasti Ming ada 70.000 orang kasim di Istana kaisar.

Karena banyak kasim tertentu yang berhasil memperoleh kekuasaan yang begitu besar melampaui kekuasaan perdana menteri, hingga akhir pengebirian diri sendiri harus dibatasi. Jumlah orang kasim yang jadi Petugas Istana Kaisar akhirnya menurun hingga 470 orang pada tahun 1912.

Disaat mereka tak lagi dipekerjakan. Beberapa Orang kasim diberikan jabatan-jabatan Petugas negara yang tinggi dengan alasan bahwa mereka tak bisa memiliki anak, mereka tak dapat tergoda untuk merebut kekuasaan.

7. Mati Ala Rahib Budha Di Jepang

Sokushinbutsu adalah rahib Buddha atau imam yang menunggu kematian dengan cara menjadikan dirinya sebagai mumi. Praktek ini dilaporkan berjadi di utara Jepang sekitar Prefektur Yamagata, ada 16 hingga 24 mummi yang sudah ditemukan.

Tiga tahun para rahib hanya memakan makanan khusus yang terdiri dari kacang-kacangan dan biji-bijian, setelah itu hanya makan kulit dan akar-akar dalam tiga tahun serta minum teh berracun yang dibuat dari getah pohon.

Ini menyebabkan muntah dan cepat menghilangkan cairan tubuh, serta mematikan anggota tubuh yang bisa menyebabkan kerusakan pada tubuh yang mampu menimbulkan kematian. Akhirnya, para rahib biasanya akan mengurung diri dalam ruangan batu yang ukurannya hampir tak lebih besar dari tubuhnya. Penghubung ke dunia luar cuma tabung udara. Setiap hari dia mengingatkan pada orang-orang diluar bahwa dirinya masih hidup.

8. Foot Binding – Tradisi Mengikat Kaki Di China

Foot Binding atau pengikatan kaki merupakan tradisi menghentikan pertumbuhan kaki wanita zaman dulu di China. kebiasaan ini telah membuat penderitaan besar bagi para wanita China pada masa itu. Pengikatan kaki kebanyakan dimulai sejak anak berusia antara empat hingga tujuh tahun.

Anak-anak orang miskin umumnya terlambat untuk melakukan tradisi ini dikarenakan mereka membutuhkan bantuan anak wanita mereka dalam mengurus sawah dan perkebunan. Pengikatan kaki dimulai pada masa akhir dinasti Tang (618-907) .

Budaya mengikat kaki tersebar luas dalam mayoritas warga China hingga akhirnya dilarang pada Revolusi Sun Yat Sen tahun 1911. Kelompok yang menghindari tradisi ini hanyalah bangsa Manchu dan kelompok migran Hakka sebagai kelompok paling miskin dalam kasta sosial China. Kebiasaan mengikat kaki ini terjadi selama kurang lebih seribu tahun dan sudah ada sekitar satu milyar perempuan China mengalami pengikatan kaki.

Pengikatan kaki dilakukan dengan cara membalut kaki dengan ketat memakai kain sepanjang sepuluh kaki dengan lebar dua inchi, melipat empat jari kaki ke bagian bawah kaki dan menarik ibu jari kaki medekati tumit.

Perihal ini membuat kaki jadi lebih pendek. Pembalut kaki makin diketatkan dari hari ke hari dan kaki dipaksa memakai sepatu yang semakin kecil. Kaki mesti dicuci dan dipotong kukunya dikarenakan jika tidak akan membuat kuku-kuku di kaki yang diikat menusuk ke dalam dan menimbulkan infeksi.

Bila balutan terlalu ketat maka akan timbul buku-buku di kaki yang mesti dipotong dengan pisau. Setelah Itu kaki pun harus dipijat dan dikompres dingin dan panas untuk sedikit mengurangi rasa sakit.

Pengikatan kaki membuat siklus darah tak lancar maka bisa membuat daging kaki menjadi busuk dan kaki bisa mengeluarkan nanah. Makin kecil kaki seseorang gadis maka dianggap makin cantik dirinya dipandang. Panjang kaki seorang perawan cuma berkisar 10-15 sentimeter saja.

9. Tradisi Melukai Diri Sendiri

Bagi beberapa orang yang menganut faham Syiah meyakini apabila hari Asyura merupakan hari sial yang senantiasa membawa malapetaka. Sejak awal bulan Muharram (bahkan selama sebulan penuh) beberapa orang syiah tak melakukan hal-hal penting.

Seperti tidak bepergian, tak melakukan pernikahan, tidak berhias, tidak menggunakan baju yang bagus, tidak memakan makanan yang enak dan lain-lain. Anak yang lahir di bulan Muharram dipercaya bernasib sial.

Pada hari itu, secara khusus mereka akan melaksanakan ritual yang sangat mengerikan dengan cara menyiksa diri dengan benda tajam dan keras. Semangat untuk menyakiti dan melukai diri sendiri akan semakin terrangsangan setelah mendengar sya’ir-sya’ir kisah terbunuhnya Husain bin ‘Ali Radhiyallahu ‘anhu di padang Karbala.

10. Sunat Ala Suku Mardudjara

Tradisi terpenting dari suku mardudjara aborigin di australia ini mungkin saja dapat di bilang cukup mengerikan, mereka melakukan sunat barbar pada organ intim para laki-laki muda di sana, dimana organ intim laki laki itu di potong memanjang ke arah bawah hingga bagian scrotum.

Dalam ritual sunat ini sang pemuda ditelentangkan di dekat api unggun, setelah itu dada si pemuda tersebut di duduki oleh kepala suku dengan menghadap ke arah kemaluan si pemuda tersebut. Setelah Itu kulit kemaluannya di potong dengan memakai pisau yang telah dijampi-jampi

Namun proses ritual tak berakhir sampai disini. Setelah proses pemotongan tersebut selesai si kepala suku memerintahkan si pemuda untuk membuka mulut dan selanjutnya si pemuda di haruskan menelan kulit kemaluannya sendiri tanpa harus dikunyah.

Baca juga: 6 Fakta Desa Trunyan, Desa yang Memiliki Tradisi Pemakaman unik di Bali

Loading...

Add Comment