8 Air Terjun di Lumajang Yang Bisa Membuatmu Ingin Berpetualang disana

Lumajang adalah salah satu kabupaten di Jawa Timur yang terkenal sebagai penghasil buah pisang terbesar di Indonesia. Selain itu, Kabupaten Lumajang juga lumayan dikenal dengan potensi wisata alamnya.

Wisata alam di Lumajang berupa gunung, seperti Gunung Sawur, Gunung Wayang, dan Gunung Semeru, sedangkan yang berupa pantai, ada Pantai Watu Godek, Pantai Tlepuk, Pantai Klakah, dan Pantai Damar.

Selain gunung dan pantai, ternyata di Kabupaten Lumajang juga ada wisata alam lainnya yaitu air terjun yang layak dipertimbangkan di datangi. Lantas, seperti apa dan dimana saja letak air terjun di Lumajang? berikut ulasannya

1. Air Terjun Sobyok Manggisan

Air Terjun di Lumajang

Air Terjun Sobyok Manggisan via wisatalumajangku.blogspot.co.id

Air terjun di Lumajang yang pertama yaitu air terjun Sobyok Manggisan. Air terjun yang memiliki ketinggian 21 meter ini berada di desa Kandangan, kecamatan Senduro, tepatnya 22 km dari kota Lumajang.

Air terjun ini tidak berbahaya digunakan untuk mandi, selain itu pemandangan pun sangat indah dengan gemuruh air yang jatuh yang seolah-olah semakin menambah kenyamanan ketika menikmati alam disekitarnya.

Mungkin banyak yang bertanya-tanya, kenapa namanya air terjun Sobyok Manggisan? Menurut penuturan penduduk setempat, dulu di sekitar air terjun banyak di tumbuhi pohon manggis, tapi sayang sekarang sudah tidak ada lagi.

Untuk mencapai air terjun ini dapat ditempuh dengan kendaraan, kurang lebih 30 menit dari kota Lumajang, kemudian dilanjutkan dengan jalan kaki kurang lebih 1,5 jam untuk mencapai lokasi air terjun tersebut.

2. Air Terjun Watu Lapis

Air Terjun di Lumajang

Air Terjun Watu Lapis via kim-sinar-harapan-tekung.blogspot.co.id

Air terjun di Lumajang yang kedua yaitu Air Terjun Watu Lapis. Air terjun ini berada di dusun Tawonsongo, desa Pasrujambe, kecamatan Pasrujambe, tepatnya kurang lebih 30 km di sebelah barat dari kota Lumajang.

Untuk mencapai lokasi air terjun bisa mengunakan kendaraan baik roda dua, maupun roda empat yang bisa memakan waktu kurang lebih 1 jam perjalanan. Informasinya disini belum terdapat angkutan umum.

Air terjun ini tepat berada di tengah kebun kopi milik warga sekitar, jadi selama menuju kesana kalian akan disuguhi pemandangan kebun kopi. Tapi perjalanan menuju ke lokasi air terjun harus hati-hati, sebab jalannya yang belum begitu baik.

Disekitar air terjun, banyak juga terdapat pohon-pohon rindang, selain itu warga sekitar juga membuat beberapa pondok bambu dan jembatan-jembatan kecil yang menambah kesan alam pedesaan yang asri.

3. Air Terjun Carang Kuning

Air Terjun di Lumajang

Air Terjun Carang Kuning via ketikakitabersama.blogspot.co.id

daftar air terjun di Lumajang yang ketiga yaitu air terjun Carang Kuning. Air terjun ini berada di desa Jambekumbuh, kecamatan Pasrujambe. Air terjun yang tersusun dari batuan alami ini memiliki ketinggian kurang lebih 15 meter.

Konon katanya, nama air terjun ini diambil dari nama seorang salah satu putri kerajaan Majapahit yang sering mengunakan air terjun ini untuk mandi. Nama putri tersebut yaitu Putri Carang Kuning.

Entah ada hubungannya atau tidak, disekitar air terjun juga banyak di tumbuhi bambu kuning. Dimana “carang” artinya “ranting-ranting bambu”, sedangkan “kuning” bersimbolkan warna bambu kuning tersebut.

Terlepas dari legenda tersebut, air terjun ini mempunyai daya tarik yang luar biasa, medan untuk menuju kesana lumayang menantang dan seru dengan melewati kebun-kebun warga sekitar dengan jarak kurang lebih 1 jam dari rumah penduduk.

4. Air Terjun Coban Pawon

Air Terjun di Lumajang

Air Terjun Coban Pawon via sinyoureh.blogspot.co.id

Air terjun di Lumajang yang selanjutnya yaitu air terjun Coban Pawon. Air terjun ini berada di dusun Kertowono, desa Wangkit, kecamatan Gucialit, tepatnya kurang lebih 20 km dari kota Lumajang.

Air terjun ini selain indah dipandang mata, ternyata unik juga, sebab didalam guanya ada antrukan yang mirip pawon (tempat memasak). Konon katanya, percikan airnya dipercaya bisa membantu dan penyembuhkan berbagai penyakit kulit.

Baca juga: Menakjubkan, Inilah 5 Keindahan Negara Palau Yang Jarang Diketahui

5. Air Terjun Kedung Guwo

Air Terjun di Lumajang

Air Terjun Kedung Guwo via wisatalumajangku.blogspot.co.id

Air terjun ini berada di desa Kunal, kecamatan Pasrujambe. Nama Kedung Guwo berasal dari kata “Kedung” yang artinya bendungan air, sedangkan “guwo” berari gua (goa). Memang disana ada dam (seperti bendungan air) dan gua yang mirip lempengan batu.

Air terjun ini termasuk salah satu air terjun di Lumajang yang kurang dikunjungi wisatawan, sebab selain tidak dibuka untuk wisata, jalan yang menuju ke lokasi masih terlihat tradisional. Tapi pemandangan khas pedesaan sangat kental disini.

Walaupun cuma setinggi 8 meter saja, tapi keindahan air terjun yang di hiasi beberapa batuan sungai ini lumayan indah. Selain itu, disebelahnya ada gua berupa lempengan batu miring dengan tinggi 2 meter dan panjang 10 meter.

Di dalam gua ada tempat duduk, walaupun terlihat kurang terawat karena kurang dikunjungi wisatawan. Tapi keheningan disini mempunyai nilai tersendiri buat kamu yang terbiasa dengan ramainya perkotaan.

6. Air Terjun Kabut Pelangi

Air Terjun di Lumajang

Air Terjun Kabut Pelangi via islahagus.blogspot.co.id

Air terjun ini berada di kaki Gunung Semeru yang masih masuk kawasan Taman Nasional Bromo Tengger Semeru dan dikelola oleh Perum Perhutani KPH Malang. Air terjun ini memiliki ketinggian kurang lebih 100 meter.

Tapi sebelum kita sampai ke lokasi air terjun Kabut Pelangi, anda akan disuguhi lebih dulu pemandangan air terjun lainnya yaitu air terjun Anak Kabut Pelangi. air terjun Anak Kabut Pelangi hampir sama dengan air terjun Kabut Pelangi tapi lebih pendek.

Dinamakan air terjun Kabut Pelangi, karena di lokasi air terjun tersebut sering terlihat pelangi yang diakibatkan oleh pembiasan air terjun dengan sinar matahari.

Fasilitas di tempat ini lumayan lengkap, sudah ada mushola, toilet umum, tempat parkir, dan gazebo yang bisa digunakan untuk sekedar beristirahat. Selain itu ada juga “camping ground” untuk mereka yang mau berkemah disekitar air terjun.

7. Air Terjun Goa Tetes

Air Terjun di Lumajang

Air Terjun Goa Tetes via ichiiku.blogspot.co.id

Air Terjun Goa Tetes adalah salah satu tempat wisata di Lumajang yang berupa perpaduan antara gua dengan air terjun. Gua Tetes sendiri memiliki keunikan yaitu mempunyai stalagtit dan stalagmit dengan aneka warna.

Selain itu, tebing-tebing batu yang terbentuk di Gua Tetes memiliki warna kuning keemasan yang diakibatkan kandungan belerang di batuan tersebut, ditambah berpaduan warna hijau lumut dibatuan tersebut yang membuatnya terlihat lebih eksotis.

Air terjun ini terletak di desa Sidomulyo, kecamatan Pronojiwo, tepatnya 55 km dari kota Lumajang yang bisa ditempuh dengan kendaraan, baik roda dua maupun roda empat.

Keunikan air terjun Goa Tetes adalah air tidak hanya sekedar mengalir tapi memancar dari puluhan mata air yang memancar dibalik batuan. Sedangkan batuannya sendiri terbentuk dari endapan kapur, makanya batuan disini tidak terlalu licin, tapi tetap harus hati-hati ya!

8. Air Terjun Tumpak Sewu

Air Terjun di Lumajang

Air Terjun Tumpak Sewu via travel.detik.com

Air terjun di Lumajang yang terakhir yaitu air terjun Tumpak Sewu yang tidak kalah indah dengan air terjun lainnya yang ada di Lumajang. Air terjun ini berada diantara perbatasan kecamatan Ampel Gading, Malang dengan kecematana Pronojiwo, Lumajang.

Karakteristis air terjun ini memiliki sumber mata air yang lumyan banyak, itu jugalah alasan kenapa air terjun ini diberi nama air terjun Tumpak Sewu.

Medan untuk menuju lokasi air terjun ini bisa dikatakan cukup sulit, makanya untuk mereka yang baru pertama kali datang kesini sangat disarankan untuk selalu berhati-hati. Dan informasinya air terjun ini sudah ada korban jiwa.

Tapi, kesulitan-kesulitan yang dilalui untuk mencapai lokasi ini akan terbayar dengan pemandangan indah air terjun Tumpak Sewu. Kalau dilihat secara seksama seperti air terjun Niagara tapi dalam skala kecil.

Nah, itulah sedikit informasi air terjun di Lumajang. Bagaimana tertarik datang kesana?

Baca juga: 8 Air Terjun Di Lombok Yang Sayang Kalau Dilewatkan

Loading...

Add Comment