10 Alat Musik Dari Bambu Khas Indonesia

Bambu merupakan tanaman yang hampir selalu ada di tiap negara di dunia. Di Indonesia, tanaman ini sangat mudah ditemukan, karena dari ribuan jenis bambu di dunia, 60 jenis diantaranya tumbuh di tanah Indonesia.

Karena sifatnya yang mudah dibentuk, ringan, serta awet, jadi tidak heran bambu banyak digunakan untuk berbagai keperluan. Mulai dari senjata (bambu runcing), bahan bangunan, bahan kerajinan, dan tidak sedikit yang dimamfaat sebagai alat musik.

Banyak daerah di Indonesia yang memiliki alat musik khas yang berbahan dasar bambu. Tapi sayang, akibat perkembangan alat musik modern hingga Alat Musik Dari Bambu ini kurang dikenal oleh masyarakat daerah tersebut. Nah berikut adalah beberapa Alat Musik Dari Bambu Khas Indonesia :

1. Angklung – Jawa Barat

Alat Musik Dari Bambu

Angklung via pixabay.com

Angklung merupakan icon dan alat musik tradisional khas Provinsi Jawa Barat. Alat musik yang dimainkan dengan cara digoyang ini sudah terkenal di Indonesia dan bahkan PBB melalui UNESCO sudah menetaplan alat musik Angklung sebagai alat musik asli milik Indonesia.

Alat musik ini terbuat dari bambu yang dipotong ditiap bagian ujungnya, mirip seperti pipa-pipa dalam suatu organ, dan diikat secara bersama dalam suatu bingkai, lalu digoyang untuk menghasilkan getaran. Nah getaran ini yang menghasilkan bunyi.

Tidak ada petunjuk sejak kapan alat musik Angklung mulai dimainkan, tapi catatan mengenai Angklung baru muncul pada masa kerajaan Sunda (antara abad ke 12 sampai abad ke 16). Asal usul alat musik ini diperkiraan berdasarkan pandangan hidup masyarakat Sunda yang agraris dengan sumber kehidupan (padi) sebagai makanan pokoknya.

2. Saluang – Sumatra Barat

Alat Musik Dari Bambu

Saluang via wikipedia.org

Ini merupakan alat musik khas Minangkabau, Sumatra Barat. Alat musik ini terbuat dari bambu Talang, yaitu bambu yang biasanya digunakan untuk jemuran atau bambu yang ditemukan hanyut di sungai.

Menurut orang Minangkabau, kedua jenis bambu tadilah yang percaya sebagai bahan yang bagus untuk alat musik Saluang. Umumnya Saluang kurang lebih 40 sampai 60 cm dengan diameter 3 atau 4 cm.

Cara memainkan alat musik ini yaitu ditiup, tapi dengan latihan khusus pemain Saluang dapat dimainkan dengan ditiup dan bisa juga saat menarik nafas. Hinggan suara alat musik dapat dimainkan dari awal sampai akhir tanpa terputus.

Lagu dari alat musik inipun memiliki ciri khas sendiri, tergantung daerah (nagari) yang ada di Minangkabau. Konon peniup Saluang jaman dulu mempunyai mantera (jampi) khusus yang akan menghipnotis penontonnya. Mantera ini dinamakan dengan “Pitunang Nabi Daud”.

3. Taktok Trieng – Aceh

Alat Musik Dari Bambu

Taktok Trieng via kaskus.co.id

Taktok Trieng adalah alat musik pukul yang terbuat dari bambu. Alat musik ini bisa ditemukan di daerah kabupaten Pidie, Aceh Besar dan di beberapa daerah lainnya di Aceh.

Alat musik ini memiliki 2 jenis yang pertama yang biasa digunakan di musola (langgar), dibalai kota/desa atau tempat yang memang wajar diletakannya alat ini. Yang kedua yang sering digunakan disawah-sawah yang berfungsi untuk mengusir burung dan serangga lainnya. Jenis ini biasanya diletakan ditengah sawah yang dihubungkan dengan tali ke dangau.

4. Gamolan – Lampung

Alat Musik Dari Bambu

Gamolan via tribunnews.com

Gamolan merupakan Alat Musik Dari Bambu khas milik Lampung. Alat musik ini mirip Gamelan tapi terbuat dari bambu yang dimainkan dengan cara dipukul. Diperkirakan alat musik ini sudah dimainkan oleh masyarakat Lampung sejak abad ke 4, tapi sampai saat ini banyak masyarakat Lampung yang belum mengetahui alat musik tradisional ini.

Peneliti asal Australia tertarik untuk melakukan penelitian tentang alat musik gamolan ini. Menurutnya alat musik ini sudah ada dan lebih tua dari gamelan. Hal ini bisa dibuktikan setelah ditemukannya gambar gamolan pada relief candi Borobudur.

Pada perkembangannya Gamolan modern dapat ditemukan di Lampung Barat dan Way Kanan, tapi mempunyai perbedaan dengan gamolan kuno. Kalau Gamolan kuno memiliki 8 bilah bambu yang sejajar di atas bongkahan bulat bambu sebesar lengan orang dewasa. 8 bilah bambu itu mewakili delapan tangga nada (do re mi fa so la si do).

Sementara, Gamolan modern hanya mempunyai 7 bilah bambu yang mewakili 7 tangga nada. Satu tangga nada yang hilang yaitu nada fa.

5. Rindik – Bali

Alat Musik Dari Bambu

Rindik via wikimedia.org

Rindik merupakan salah satu alat musik tradisional khas pulau dewata, Bali. Alat musik ini terbuat dari bambu yang nadanya berdasarkan slendro (nada gamelan). Umumnya alat musik ini digunakan pada saat upacara perkawinan dan pertunjukan “Joged Bumbung”(tari pergaulan).

Biasanya Tari Joged Bumbung ini diiringi oleh puluhan orang yang memainkan Rindik untuk menyambut dan menghibur tamu yang berkunjung ke Bali.

6. Tatali – Sulawesi Tengah

Talali merupakan alat musik tiup yang terbuat dari bambu, berukuran kurang lebih 50 cm dengan diameter 2 cm dan mempunyai 3 lubang untuk resolusi udara sebagai tempat meletakan jari. Alat musik ini hanya memiliki 3 nada.

Alat musik tradisional khas Sulawesi Tengah ini merupakan kekayaan budaya milik Suku To Wana di kabupaten Morowali.

7. Sasando – Nusa Tenggara Timur

Alat Musik Dari Bambu

Sasando via wikipedia.org

Sasando merupakan alat musik petik khas pulau Rote, NTB. kata Sasando berasal dari kata “sasandu” yang artinya alat yang bergetar dan berbunyi. Alat musik ini sudah dimainkan sejak abad ke 7. Bentuknya mirip seperti alat musik petik lainnya ( biola atau kecapi).

Bagian utama alat musik ini yang berbentuk tabung panjang umumnya terbuat dari bambu. kemudian dibagian tengah, melingkar dari atas ke bawah diberik ganjalan dimana dawai-dawai yang direntangkan ditabung tersebut.

Ganjalan inilah yang memberikan nada suara berbeda-beda ditiap petikan dawainya. Kemudian selanjutnya tabung sasando diletakan di dalam tempat (wadah) yang terbuat dari daun lontas yang dibuat mirip kipas yang dinamakan tempat resonansi sasando.

8. Pa`pompang – Sulawesi Selatan

Alat Musik Dari Bambu

Pa`pompang via kompasiana.com

Pa`pompang atau disebut juga Pa’bas merupakan Alat Musik Dari Bambu yang berasal dari tanah Toraja, Sulawesi Selatan. Alat musik khas Toraja ini merupakan jenis alat musik yang ditiup untuk mengeluarkan nada indahnya dan mempunyai jangkauan nada dua setengah oktaf tangga nada.

Meskipun termasuk alat musik tradisional, tapi Alat Musik Dari Bambu ini bisa juga dikolaborasikan dengan alat musik modern lainnya seperti terompet, saksofon, organ, atau piano.

9. Gong Sebul – Jogjakarta

Alat Musik Dari Bambu

Gong Sebul via kompasiana.com

Walaupun dinamakan Gong tapi alat musik ini juga terbuat dari bambu. Bentuknya tidak lah bulat seperti Gong pada umumnya, tapi berupa sepotong bambu petung (bambu besar) dengan panjang yang disesuaikan dengan nada yang diinginkan.

Cara memainkan alat musik ini bukan lah dipukul tapi ditiup. Alat musik ini dimainkan untuk melengkapi musik tradisi Krumpyung yang juga terdiri beberapa Alat Musik Dari Bambu seperti demung, saron, peking, bonang, gambang, dan kempul (gong kecil).

10. Bansi – Sumatra Barat

Alat musik ini merupakan alat musik tiup khas Sumatra Barat. Jika dibandingkan dengan alat musik tiup lainnya, yang ada di Sumatra Barat, Bansi mempunyai nada yang lebih lengkap. Hal ini disebabkan Bansi memiliki jumlah lubang yang lebih banyak yaitu 7 lubang. Dengan demikian, alat musik ini bisa mengiringi lagu tradisional ataupun lagu modern.

Bentuk alat musik Bansi berukuran lebih pendek jika dibanding Saluang. Panjangnya kurang lebih 33 sampai 36 cm dengan diameter 2.5 sampai 3 cm. Bansi juga terbuat dari bambu talang atau bambu sariak (sejenis bambu kecil)

Dalam memainkan alat musik ini, memiliki tingkat kesulitan yang cukup tinggi. Baik cara memainkannya (meniupnya).

Baca juga: Mengenal 10 Daerah Penghasil Batik Di Indonesia

Loading...

Add Comment