10 Candi Peninggalan Kerajaan Majapahit Yang Menarik Diketahui

Majapahit adalah bekas kerajaan terbesar di Nusantara yang berkuasa antara tahun 1293 hingga tahun 1500 masehi, dimana wilayah kekuasaannya terbentang dari pulau Jawa, Sumatera, Kalimantan, bahkan sampai ke Semanjung Malaya.

Kerajaan Majapahit mencapai puncak kejayaannya pada masa Raja Hayam Wuruk yang berkuasa dari tahun 1350 sampai 1389 masehi. Selain itu, kerajaan Majapahit juga merupakan kerajaan Hindu-Budha terakhir yang berkuasa di Nusantara.

Sejauh ini, hanya sedikit bukti fisik dari sisa-sisa keberadaan kerajaan Majapahit, salah satu di antaranya yaitu Candi. Lantas, Candi apa saja yang merupakan peninggalan kerajaan Majapahit? berikut ulasannya

1. Candi Tikus

Candi Peninggalan Kerajaan Majapahit

Candi Tikus via wikimedia.org

Candi peninggalan kerajaan Majapahit yang pertama yaitu Candi Tikus. Candi ini berada komplek Trowulan di desa Temon, kecamatan Trowulan, kabupaten Mojokerto, Jawa Timur.

Awalnya, Candi Tikus terkubur dalam tanah, sampai akhirnya ditemukan kembali dan digali pada tahun 1914 silam, sedangkan pemungaran Candi Tikus dilakukan pada tahun 1984 hingga tahun 1985.

Nama “Tikus” adalah sebutan yang digunakan warga setempat, sebab waktu pertamakali ditemukan, Candi ini merupakan sarang tikus.

Sejauh ini belum diketahui secara pasti, untuk apa, dan siapa yang membangun Candi ini. Tapi karena adanya miniatur menara, maka diperkirakan Candi ini dibangun pada abad ke 13 hingga 14 masehi, sebab miniatur menara merupakan ciri khas bangunan masa itu.

Bentuk Candi Tikus yang mirip dengan sebuah pertirtaan mengundang perdebatan dikalangan para ahli arkeologi dan ahli sejarah tentang fungsi Candi tersebut. Ada yang berperdapat Candi ini merupakan tempat mandi keluarga kerajaan.

Ada juga sebagian yang berpendapat kalau Candi ini merupakan tempat penampungan air keperluan penduduk Trowulan. Tapi dengan adanya menara, beberapa ahli lainnya berpendapat kalau Candi ini dulunya tempat pemujaan.

2. Candi Sukuh

Candi Peninggalan Kerajaan Majapahit

Candi Sukuh via wikimedia.org

Candi peninggalan kerajaan Majapahit selanjutnya yaitu Candi Sukuh. Candi ini berada di desa Berjo, kecamatan Ngargoyoso, kabupaten Karanganyar, Jawa Tengah. Tepatnya 20 km dari kota Karanganyar atau 36 km dari Surakarta.

Candi yang diperkirakan dibangun pada tahun 1437 masehi ini termasuk kategori Candi Hindu yang berbentuk piramid, bahkan sekilas terlihat seperti Chichen Itza yang berada di Meksiko, tapi dengan ukuran yang lebih kecil.

Candi ini juga dianggap kontroversial dan terlalu vulgar, karena banyak patung dan relief di Candi ini yang menunjukan organ intim manusia.

Candi Sukuh pertama kali ditemukan pada tahun 1815 oleh residen Surakarta yaitu Johnson. Johnson saat itu ditugaskan oleh Thomas Stanford Raffles untuk mengumpulkan data-data untuk bukunya “The History of Java”.

Sempat juga pada tahun 1842 dilakukan penelitian oleh Arkeolog asal Belanda yaitu Van der Vlis, sampai akhirnya dilakukan pemugaran untuk pertama kalinya pada tahun 1928.

3. Candi Brahu

Candi Peninggalan Kerajaan Majapahit

Candi Brahu via wikimedia.org

Candi Brahu adalah salah satu Candi peninggalan kerajaan Majapahit yang juga berada di komplek Trowulan, tepatnya terletak di desa Bejijong, kecamatan Trowulan, kabupaten Mojokerto, Jawa Timur.

Nama “Brahu” diperkirakan berasal dari kata “Wanaru” atau “Warahu”, nama ini didapatkan dari sebutan bangunan suci yang disebutkan dalam Prasasti Alasantan, dimana prasasti tersebut ditemukan tidak jauh dari Candi ini.

Candi ini dibangun dengan gaya dan kultur Budha, menghadap ke arah utara, mengunakan batu bata merah, dengan panjang 22,5 meter dan lebar 18 meter, dan tinggi 20 meter.

Perkirakan Candi ini didirikan pada abad ke 15 masehi, walaupun ada beberapa para ahli yang berbeda pendapat dengan hal ini, sebab ada yang mengatakan bahwa Candi ini lebih tua dari pada candi-candi lainnya yang ada di komplek Trowulan.

Dalam prasasti, Candi Brahu dikatakan merupakan tempat pembakaran (krematorium) jenazah para raja-raja, tapi dalam penelitian, tidak seorang pun yang berhasil menemukan bekas abu dari mayat di dalam Candi tersebut.

4. Candi Cetho

Candi Peninggalan Kerajaan Majapahit

Candi Cetho via wikimedia.org

Selanjutnya, Candi Cetho yaitu Candi bercorak Hindu yang juga merupakan Candi peninggalan kerajaan Majapahit yang diperkirakan dibangun pada akhir masa pemerintahan kerajaan Majapahit yaitu pada abad ke 15 masehi.

Candi ini berada di dusun Ceto, desa Gumeng, kecamatan Jenawi, kabupaten Karanganyar. Selain itu, komplek Candi ini juga sering digunakan oleh warga setempat dan peziarah yang beragama Hindu sebagai tempat pemujaan.

Terkadang juga dijadikan sebagai tempat pertapaan bagi kalangan yang menganut kepercayaan asli Jawa (Kejawen).

Pengalian pertama kali dilakuka pada tahun 1928 dengan tujuan dan kepentingan untuk rekonstruksi yang dilakukan oleh Dinas Purbakala Hindia Belanda.

Berdasarkan hasil penelitian, usia Candi ini tidak berbeda jauh dengan Candi Sukuh yang lokasinya tidak jauh dari Candi Cetho. Tapi Candi ini sedikit berbeda dengan Candi Majapahit lainnya karena dibuat pada kompleks yang berundak.

5. Candi Wringin Branjang

Candi Peninggalan Kerajaan Majapahit

Candi Wringin Branjang via blogsmpn2gandusari.blogspot.co.id

Candi Wringin Branjang berada di desa Gadungan, kecamatan Gandusari, kabupaten Blitar, Jawa Timur. Bentuk dari Candi ini sangat sederhana, dimana Candi ini tidak memiliki kaki Candi, hanya memiliki badan dan atap Candi.

Sedangkan ukurannya memiliki panjang 400 cm, lebar 300 cm, dan tinggi 500 cm, dengan lebar pintu masuk 100 cm dan tinggi 200 cm, ditambah lagi dibagian dindingnya tidak terdapat relief seperti kebanyakan Candi, tapi ada lubang ventilasi.

Dengan bentuk Candi yang seperti itu, diperkirakan Candi peninggalan kerajaan Majapahit ini dipergunakan sebagai tempat untuk menyimpan alat-alat upacara dan sejenisnya.

Baca juga: Ini Dia 7 Candi Terbesar di Dunia, 2 di Antaranya Ada di Indonesia

6. Candi Pari

Candi peninggalan kerajaan Majapahit selanjutnya adalah Candi Pari yang berada di desa Candi Pari, kecamatan Porong, kabupaten Sidoarjo, Jawa Timur. Atau tepatnya kurang lebih 2 km ke arah barat laut dari semburan lumpur Lapindo.

Candi ini dibangun mengunakan batu bata dengan bentuk persegi empat mirip seperti pura-pura yang ada di Bali dan menghadap kearah barat. Sedangkan tahun didirikannya Candi yaitu pada tahun 1371 masehi.

Berdasarkan J. Knebel dalam laporannya, Candi Pari dan Candi Sumur dibangun dengan tujuan untuk mengenang dan memperingati tempat hilangnya adik angkat dan seorang sahabat dari salah satu putra Prabu Brawijaya yang menolak tinggal di keraton kerajaan Majapahit.

7. Candi Surawana

Candi Peninggalan Kerajaan Majapahit

Candi Surawana via wikimedia.org

Candi Surawana (Surowono) adalah Candi bercorak Hindu yang juga merupakan Candi peninggalan kerajaan Majapahit ini terletak di desa Canggu, kecamatan Pare, kabupaten Kediri.

Diperkirakan Candi yang memiliki nama sebenarnya yaitu Wishnubhawanapura ini dibangun pada abad ke 14 masehi dengan tujuan untuk menghormati raja dari kerajaan Wengker yaitu Bhre Wengker, yang berada di bawah kekuasaan kerajaan Majapahit.

Saat ini, keadaan Candi ini sudah tidak utuh lagi, hanya bagian dasar yang sudah di rekonstruksi, sedangkan bagian badan dan atap candi sudah hancur tidak bersisa, hanya kaki Candi setinggi 3 meter yang masih tegak berdiri.

8. Candi Jabung

Candi Peninggalan Kerajaan Majapahit

Candi Jabung via wikimedia.org

Candi yang berada di desa Jabung, kecamatan Paiton, kabupaten Probolinggo, Jawa Timur ini merupakan Candi peninggalan kerajaan Majapahit bercorak Hindu.

Menurut kitab Nagarakertagama, Candi yang dibangun mengunakan batu bata merah ini disebut dengan nama “Bajrajinaparamitapura”, selain itu, juga disebut dalam kitab Nagarakertagama, raja Hayam Wuruk pernah berkunjung ke Candi ini pada tahun 1359 masehi.

Mengenai struktur bangunannya, Candi ini hampir mirip dengan Candi Bahal yang merupakan Candi peninggalan kerajaan Sriwijaya yang ada di Sumatera Utara.

9. Gapura Wringin Lawang

Candi Peninggalan Kerajaan Majapahit

Gapura Wringin Lawang via wikipedia.org

Gapura Wringin Lawang adalah gapura peninggalan kerajaan Majapahit yang dibangun pada abad ke 14 masehi. Gapura ini terletak di desa Jatipasar, kecamatan Trowulan, kabupaten Mojokerto, Jawa Timur.

Gapura yang berdasarkan bahasa Jawa berarti “Pintu Beringin” ini berukuran 13 x 11 meter dengan tinggi 15,5 meter.

Walaupun, fungsi asli bangunan ini masih mengundang banyak spekulasi, tapi kebanyakan para ahli sejarah yakin, kalau gapura ini merupakan pintu menuju bangunan-bangunan penting di ibukota Majapahit.

10. Gapura Bajang Ratu

Candi Peninggalan Kerajaan Majapahit

Gapura Bajang Ratu via wikimedia.org

Candi peninggalan kerajaan Majapahit yang terakhir yaitu Gapura Bajang Ratu. Gapura yang diperkirakan dibangun pada abad ke 14 ini terletak di desa Temon, kecamatan Trowulan, kabupaten Mojokerto, Jawa Timur.

Gapura Bajang Ratu diperkirakan juga merupakan gapura terbesar yang pernah dibangun oleh kerajaan Majapahit pada masa keemasannya, dimana berdasarkan catatan sejarah, bangunan ini berfungsi sebagai pintu masuk untuk memperingati wafatnya Raja Jayanegara.

Tapi, sebelum raja Jayanegara meninggal, gapura ini digunakan sebagai pintu belakang kerajaan Majapahit, dimana dugaan ini didukung dengan adanya relief “Sri Tanjung” yang melambangkan pelepasan.

Nah, itulah beberapa Candi peninggalan kerajaan Majapahit. Candi-candi ini adalah bukti bahwa sebelum negara Indonesia lahir, di tempat yang sama sudah ada sebuah kerajaan yang besar dan kuat berdiri.

Baca juga: 5 Candi Peninggalan Kerajaan Sriwijaya Yang Menarik Diketahui

Loading...

Add Comment