7 Bangunan Peninggalan Belanda di Indonesia Paling Megah

Berdasarkan sejarah negara Indonesia, bangsa Belanda pernah menjajah Nusantara selama kurang lebih 350 tahun, jadi tidak heran, jika bangsa Belanda banyak sekali meninggalkan jejaknya di tanah Indonesia.

Salah satu jejak peninggalan Belanda di Indonesia yaitu berupa bangunan-bangunan megah bergaya eropa yang banyak tersebar di berbagai wilayah di Indonesia.

Walaupun banyak peninggalan Belanda di Indonesia sudah mengalami kerusakan akibat termakan usia, tapi ada beberapa di antaranya masih terawat, bahkan masih digunakan hingga sekarang. Lantas, bangunan peninggalan Belanda apa saja yang paling megah di Indonesia? berikut ulasannya

1. Lawang Sewu (Semarang)

Peninggalan Belanda di Indonesia

Lawang Sewu di Semarang via wikipedia.org

Bangunan peninggalan Belanda di Indonesia termegah yang pertama yaitu Lawang Sewu. Bangunan yang dibangun pada tahun 1904 ini dulu pernah difungsikan sebagai kantor Nederlands-Indische Spoorweg Maatschappij (NIS).

Kini, bangunan yang berdiri kokoh di bundaran Tugu Muda, Semarang ini dikenal sebagai salah satu tempat wisata mistis paling populer di Indonesia. Ciri khas dari bangunan ini yang memiliki banyak sekali pintu sesuai dengan namanya yaitu Lawang Sewu (seribu pintu).

2. Villa Isola (Bandung)

Peninggalan Belanda di Indonesia

Villa Isola di Bandung via bandungtempodulu.blogspot.co.id

Dulu banguan ini bernama Villa Isola milik seorang miliarder asal Belanda yaitu Dominique Willem Berretty yang dibangun pada tahun 1933. Kemudian bangunan megah ini dijual ke Hotel Savoy Homann.

Tapi dalam perkembangannya, bangunan megah bergaya art deco ini dimiliki UPI Bandung dan namanya pun diganti menjadi Bumi Siliwangi. Bangunan ini terletak di daerah pinggiran kota Bandung, tepatnya di jalan Setiabudhi.

Bangunan ini juga merupakan salah satu bangunan peninggalan Belanda di Indonesia yang merupakan saksi bisu tentang kejayaan pemerintahan kolonial Belanda disaat mereka menjajah bangsa Indonesia.

Di banguan ini juga, Jenderal Hitoshi Imamura pernah tinggal sementara untuk menghadiri Perjanjian Kalijati yang diselengarakan pada tahun 1942.

3. Gedung Balaikota Lama (Medan)

Peninggalan Belanda di Indonesia

Gedung Balaikota Lama di Medan via travel.detik.com

Gedung Balaikota Lama merupakan salah satu gedung peninggalan Belanda di Indonesia yang berada dan masih eksis di kota Medan sampai sekarang. Gedung yang dibangun pada tahun 1906 ini diarsiteki oleh Hulswit.

Sama dengan bangunan Belanda lainnya di Indonesia, ciri khas yang paling menonjol dari bangunan ini yaitu gaya arsitekturnya yang eropa banget.

Pada tahun 1945 sampai 1990, bangunan ini pernah digunakan sebagai Balaikota Medan, tapi kini bangunan yang berada di Jalan Balai Kota No.1 Petisah Tengah, Medan ini menjadi salah satu bagian dari Hotel Aston sebagai restoran.

4. Gereja Blenduk (Semarang)

Peninggalan Belanda di Indonesia

Gereja Blenduk di Semarang via wikimedia.org

Ada satu lagi bangunan peninggalan Belanda di Indonesia paling megah yang berada di kota Semarang selain Lawang Sewu yaitu Gereja Blenduk. Bangunan ini berada di daerah kota lama Semarang dan masih terawat dengan baik sampai sekarang.

Nama asli gereja ini yaitu Gereja Protestan Indonesia Barat Immanuel, disebut Blenduk karena bentuk kubahnya yang bulat dan dalam bahasa Jawa disebut Mblenduk. Bangunan gereja ini dibangun pada tahun 1753.

Baca juga: 4 Fakta dan Sejarah Rumah Hantu Darmo! Rumah Terangker di Surabaya!

5. Museum Fatahillah (Jakarta)

Peninggalan Belanda di Indonesia

Museum Fatahillah di Jakarta via wikipedia.org

Dulunya, bangunan ini bernama Stadhuis atau kadang oleh warga lokal disebut Balai Kota Batavia. Bangunan Museum Fatahillah ini sangat mirip dengan Istana Dam yang ada di kota Amsterdam, Belanda.

Bangunan ini dibangun antara tahun 1707 – 1710 atas perintah langsung Gubernur Jenderal Johan van Hoorn. Gaya bangunan ini arsitektur neoklasik dan memiliki tiga lantai.

Pada tahun 1974, bangunan yang berada di Jalan Taman Fatahillah No. 2, Jakarta Barat ini diresmikan menjadi Museum Fatahillah yang kita kenal sekarang. Di dalam museum tersebut ada patung Hermes dan meriam si Jaguar yang sangat terkenal.

6. Gedung Bank Indonesia (Yogyakarta)

Peninggalan Belanda di Indonesia

Gedung Bank Indonesia di Yogyakarta via wikipedia.org

Awalnya bangunan ini digunakan sebagai salah satu kantor cabang De Javasche Bank, tapi kini salah satu bangunan peninggalan Belanda paling megah ini digunakan sebagai Gedung Bank Indonesia di Yogyakarta.

Alasan dibangunnya gedung ini yaitu pada saat itu terjadi peningkatan perdagangan yang sangat besar di Yogyakarta. Bangunan ini diresmikan pada tahun 1879 dan diarsiteki oleh Hulswitt bersama Cuypers.

Sedangkan gaya bangunannya yaitu menganut arsitektural eropa dengan dua menara yang saat ini dicat dengan emas. Lokasi bangunan ini terletak di dekat Istana Kepresidenan atau lebih tepatnya berada di daerah nol kilometer Yogyakarta.

7. Gedung Bank Indonesia (Cirebon)

Peninggalan Belanda di Indonesia

Gedung Bank Indonesia di Cirebon via cireboncakrabuana.blogspot.co.id

Satu lagi bangunan peninggalan Belanda di Indonesia yang difungsikan sebagai gedung Bank yaitu Gedung Bank Indonesia Cirebon. Sama dengan Gedung Bank Indonesia Yogyakarta, bangunan ini juga awalnya digunakan sebagai salah satu kantor cabang De Javasche Bank.

Bangunan ini diresmikan pada tahun 1866 dengan nama Agentschap van De Javasche Bank te Cheribon dan arsiteknya adalah juga Hulswit dan Cuypers. Lebih tua dari gedung Bank Indonesia di Yogyakarta.

Bangunan yang berada di Jalan Yos Sudarso no. 5 Cirebon ini memiliki keunikan tersendiri yaitu hanya mempunyai satu menara, dimana pada umumnya bangunan sejenisnya kebanyakan mempunyai dua menara.

Nah, itulah beberapa bangunan peninggalan Belanda di Indonesia paling megah. Sebenarnya masih banyak bangunan megah lainnya yang dibangun Belanda pada masa penjajahan dulu, karena keterbatasan informasi, maka cukup itu dulu.

Baca juga: Mengenal 11 Masjid Tertua di Indonesia dan Sejarahnya

Loading...

Add Comment