Menarik Diketahui, Inilah 4 Peninggalan Kerajaan Samudra Pasai

Lewat Hikayat Raja-raja Pasai, yang kemudian dihubungkan dengan beberapa makam yang dipercaya sebagai makam para raja kerajaan Samudra Pasai, diketahui bahwa kerajaan Samudra Pasai adalah kerajaan Islam pertama di Indonesia.

Diketahui juga, kerajaan ini didirikan oleh Marah Silu dengan gelar Sultan Malik as-Saleh pada abad ke 13 Masehi di pesisir utara pulau Sumatra atau lebih tepatnya di sekitar daerah Lhoksumawe dan Aceh Utara.

Sayangnya, sekarang ini hanya ada beberapa peninggalan kerajaan Samudra Pasai yang bisa dijadikan bukti arkeologis yang digunakan sebagai bahan kajian sejarah. Lantas, apa saja peninggalan kerajaan Samudra Pasai tersebut? berikut ulasannya

1. Uang Koin Dirham

Peninggalan Kerajaan Samudra Pasai

Uang Koin Dirham via justquinzha.blogspot.co.id

Di jaman dulu uang Dirham tidak pakai kertas, makanya uang Dirham dari kerajaan Samudra Pasai terbuat dari 70% emas murni 18 karat tanpa campuran bahan kimia. Uang koin Dirham ini hanya berdiameter 10 mm dan berat sekitar 0,6 gram.

Uang koin ini dicetak dua jenis yaitu satu Dirham dan setengah Dirham, dengan karakteristiknya di satu sisinya tercetak tulisan Muhammad Malik Al-Zahir dan di satu sisi lainnya tercetak tulisan nama Al-Sultan Al-Adil.

Uang koin Dirham ini digunakan sebagai alat transaksi oleh penduduk kerajaan Samudra Pasai sampai pada tahun 1942 masehi. Tapi, sampai sekarang, khusus di daerah Sumatera Barat masih ditemukan orang yang memakai satuan mas Dirham ini yaitu 1 mas sama dengan 2,5 gram.

2. Cakra Donya

Peninggalan Kerajaan Samudra Pasai

Cakra Donya via wikimedia.org

Peninggalan kerajaan Samudra Pasai selanjutnya adalah Cakra Donya, yaitu sebuah lonceng berbentuk stupa buatan China dengan tinggi 125 cm dan lebar 75 cm. Lonceng ini dikeramatkan oleh penduduk Aceh sampai sekarang.

Dibagian luarnya ada sebuah hiasan dan simbol berbentuk aksara China dan Arab, dimana aksara Arab tidak bisa lagi dibaca karena sudah mengalami keausan, sedangkan aksara China bertuliskan Sing Fang Niat Tong Juut Kat Yat Tjo.

Intinya, Cakra Donya adalah lonceng impor yang merupakan hadiah dari salah satu kekaisaran China untuk kerajaan Samudra Pasai, dimana sejak bangsa Portugis berhasil dikalahkan oleh Sultan Ali Mughayat Syah, lonceng ini dipindah ke Banda Aceh.

3. Naskah Surat Sultan Zainal Abidin

Peninggalan Kerajaan Samudra Pasai

Naskah Surat Sultan Zainal Abidin via muliadinatad.blogspot.co.id

Naskah surat Sultan Zainal Abidin adalah sebuah surat yang ditulis langsung oleh Sultan Zainal Abidin sebelum dia meninggal pada tahun 1518 Masehi yang ditujukan kepada Kapten Moran yang merupakan wakil raja Portugis di India.

Surat yang ditulis mengunakan bahasa Arab ini berisi penjelasan tentang kondisi dan keadaan, serta gambaran situasi terakhir kerajaan Samudra Pasai setelah bangsa Portugis berhasil menaklukan Malaka pada tahun 1511 Masehi.

Selain itu, beberapa nama kerajaan yang sangat berhubungan erat dengan kerajaan Samudra Pasai juga ikut disebutkan dalam surat tersebut seperti Negeri Mulaqat (Malaka) dan Fariyaman (Pariaman).

4. Stempel Kerajaan

Peninggalan Kerajaan Samudra Pasai

Stempel Kerajaan via bujangmasjid.blogspot.co.id

Peninggalan kerajaan Samudra Pasai yang terakhir yaitu berupa stempel Kerajaan yang diperkirakan milik sultan kedua kerajaan Samudra Pasai yaitu Sultan Muhamad Malikul Zahir. Stempel ini ditemukan di Desa Kuta Krueng, Kecamatan Samudera, Aceh Utara.

Stempel yang berukuran 2×1 cm ini terbuat dari sejenis tanduk hewan dan kondisi saat ditemukannya stempel tersebut sudah patah dibagian gagangnya. Diperkirakan stempel ini digunakan sampai akhir pemerintahan kerajaan Samudra Pasai.

Nah, itulah beberapa peninggalan kerajaan Samudra Pasai yaitu kerajaan Islam pertama di Indonesia. Semoga artikel ini bisa menambah wawasanmu tentang sejarah kerajaan-kerajaan Islam di Indonesia.

Baca juga: Mengenal 10 Peninggalan Kerajaan Kutai dan Sejarahnya

Loading...

Add Comment