4 Perusahaan Rokok Terbesar Di Indonesia

Pada awalnya industri rokok didominasi oleh pabrik-pabrik di Amerika Serikat, karena waktu itu sebagian besar kebun tembakau banyak ditanam di sana. Tapi pada akhir tahun 60an, sempat kehilangan dominasinya di pasar internasional akibat menjamurnya pabrik rokok di negara lain.

Fakta menyedihkan dari penguna rokok itu adalah kurang lebih 60% penguna rokok masih dibawah umur 20 tahun, dan 85% penguna rokok aktif berasal dari negara-negara berkembang seperti indonesia.

Seiring pesatnya jumlah penguna rokok di tanah air, berdampak juga di sektor bisnis dengan berdirinya banyak pabrik rokok di indonesia. Dari total 1.664 unit usaha di industri rokok, ada Empat Perusahaan Rokok Terbesar Di Indonesia diantaranya adalah :

1. PT.HM Sampoerna

Perusahaan Rokok Terbesar Di Indonesia

PT.HM Sampoerna

Pada tahun 1913, seorang imigran tionghoa dari Fujian, Tiongkok bernama Liem Seeng Tee dan istrinya Siem Tjiang Nio membuat produksi rokok secara komersial sebagai industri rumah tangga. Pada tahun 1930, industri tersebut resmi diberi nama NVBM Handel Maatschapij Sampoerna.

Perusahaan rokok ini sukses dengan merk rokok Dji Sam Soe pada tahun 30an sampai kedatangan bangsa Jepang pada tahun 1942 yang menghancurkan usaha tersebut. Setelah itu, putra Liem, Aga Sampoerna mengambil alih kepemimpinan dan membangun kembali perusahaan tersebut dengan manajemen yang lebih canggih.

Nama perusahaan pun ikut berubah seperti namanya yang saat ini. Karena melihat kepopuleran rokok cengkeh di Indonesia, ia memutuskan untuk hanya memproduksi rokok kretek saja. dan PT HM Sampoerna Tbk. resmi didirikan pada tahun 1963.

Generasi berikutnya, Putera Sampoerna yaitu generasi yang mengambil HM Sampoerna melangkah semakin jauh dengan terobosan-terobosan yang dilakukannya, seperti perkenalan rokok bernikotin rendah dan perluasan usaha lewat kepemilikan di perusahaan supermarket Alfa.

Pada tahun 2000, putra Putera, Michael, masuk ke jajaran direksi sebagai sebagai CEO dan Pada Mei 2005, perusahaan ini berhasil diakuisisi oleh perusahaan terbesar di dunia Philip Morris International.

2. PT.Bentoel Prima

Perusahaan Rokok Terbesar Di Indonesia

PT.Bentoel Prima

PT Bentoel Prima merupakan perusahaan rokok terbesar kedua di Indonesia setelah PT.HM Sampoerna. Perusahaan ini berpusat di Malang, jatim untuk sektor produksi produk Bentoel dan Jakarta untuk bidang produksi produk BAT.

Pada 1 Januari 2005, perusahaan ini berhasil diakuisisi oleh British American Tobacco (BAT), perusahaan rokok terbesar kedua di dunia dengan kepemilikan saham 98%. Selanjutnya, BAT menaikkan saham Bentoel Group sebesar 99%. Bahkan, BAT menguasai seluruh saham Bentoel.

Pada hari yang sama, Bentoel Group resmi jadi anak perusahaan dari BAT. Pada tahun 1980, perusahaan ini pernah mendistribusikan produk Philip Morris Indonesia sampai 1 Januari 2005.

3. PT.Gudang Garam Tbk

Perusahaan Rokok Terbesar Di Indonesia

PT.Gudang Garam Tbk

Sebelum mendirikan perusahaan ini, Tjoa Ing Hwie yang pada waktu itu berusia kurang lebih 20 tahun, Ing Hwie bekerja di pabrik pamannya, Cap 93 yaitu salah satu pabrik rokok terkenal di Jawa Timur pada saat itu.

Berkat kerja keras dan kerajinannya ia dipromosikan yang pada akhirnya menduduki posisi direktur di perusahaan tersebut. Pada tahun 1956 Ing Hwie memutuskan meninggalkan Cap 93. ia membeli tanah di Kediri dan memulai produksi rokok sendiri.

Pada awalnya dia membuat rokok kretek dari kelobot dengan merek Inghwie. Setelah dua tahun berjalan Ing Hwie merubah nama perusahaannya jadi Pabrik Rokok Tjap Gudang Garam. PT.Gudang Garam resmi didirikan pada 26 Juni 1958.

4. PT.Djarum

Perusahaan Rokok Terbesar Di Indonesia

PT.Djarum

PT Djarum merupakan sebuah perusahaan rokok keempat terbesar dan tertua di Indonesia yang bermarkas di Kudus, Jawa Tengah, Indonesia. Sejarah PT.Djarum berawal disaat Oei Wie Gwan membeli sebuah usaha kecil pembuat rokok kretek bernama Djarum Gramophon pada tahun 1951 dan mengubah namanya jadi Djarum.

Awalnya perusahaan ini cuma di jalan oleh kurang lebih 10 orang di jalan Bitingan Baru No. 28 (Sekarang Ini : Jalan A.Yani No. 28). Oei mulai memasarkan kretek dengan merk Djarum yang ternyata laku keras di pasaran.

Oei meninggal dunia pada tahun 1963 setelah tidak lama kebakaran yang hampir memusnahkan perusahaannya, Tapi Djarum kembali bangkit dan memodernisasikan peralatan di pabriknya. Pada tahun 1972 Djarum mulai mengeskpor produk rokoknya ke luar negeri.

Tiga tahun setelah itu Djarum memasarkan Djarum Filter, merk pertamanya yang diproduksi memakai mesin, diikuti merk Djarum Super yang dikenalkan pada tahun 1981. waktu ini Djarum dipimpin Budi Hartono dan Bambang Hartono, keduanya adalah putra Oei.

Tidak Hanya di bisnis rokok, Djarum juga dikenal orang di dunia badminton. Club bulu tangkisnya, PB Djarum, sudah menghasilkan pemain-pemain kelas dunia seperti Liem Swie King dan Alan Budikusuma Dan sejak tahun 1998 perusahaan Djarum juga sukses menguasai sebagian besar saham BCA.

Baca juga: 10 Logo Termahal di Dunia, Salah Satunya Berasal Dari Indonesia

Loading...

Add Comment