Luar Biasa! Inilah 5 Hal Unik dari Suku Dani di Papua!!

Suku Dani

Tradisi Potong jari di Suku Dani

Ada beberapa suku yang menghuni pulau Papua, mulai dari suku Korowai, suku Asmat, suku Kamaro, dan suku Dani. Dan salah satu suku di Papua yang memiliki ciri khas unik dan menarik adalah suku Dani.

Suku Dani yang mendiami daerah Wamena di Papua ini memang dikenal memiliki banyak sekali keunikan, mulai dari pakaian khas seperti Koteka hingga tradisi potong jari yang merupakan bentuk belasungkawa untuk keluarganya yang meninggal dunia.

Tanpa Operasi Plastik, Inilah 10 Pria Tercantik Di Dunia

Selain Koteka dan tradisi potong jari, ada beberapa keunikan lainnya dari suku Dani yang membuat banyak wisatawan senang bertemu, bahkan tinggal beberapa hari disana. Lantas, apa saja keunikan dari suku Dani di Papua tersebut? berikut ulasannya

1. Koteka

Salah satu hal yang pasti terlintas di benak kita, jika mendengar nama Papua adalah Koteka. Koteka adalah pakaian adat dari suku Dani untuk kaum pria. Saat ini, Koteka sudah dijadikan sovenir khas dari Papua.

Umumnya, Koteka ini terbuat dari buah labu berbentuk lonjong, dimana isinya dibuang, kemudian dipanaskan di atas api agar mengeras. Setelah itu, buah labu tersebut diikat dengan seutas tali kecil yang dihubungkan (dikaitkan) di punggung pria.

Perlu diketahui, pakaian adat khas dari suku Dani ini hanya menutupi bagian alat kelamin pria yang memakainnya saja. Lantas, mengapa para lelaki dari suku Dani di Wamena ini memakai pakaian seperti Koteka ini?

Hal ini tentunya tidak lepas dari daerah yang mereka diami yaitu kawasan Wamena yang berbukit-bukit, dimana sebagian besar wilayahnya masih berupa hutan yang sangat lebat. Dengan mengunakan Koteka, para pria disana akan leluasa bergerak di hutan.

Tapi kini, hanya para orang tua saja yang masih mengunakan Koteka ini, sedangkan anak muda disana sudah banyak yang mengunakan baju. Para anak muda disana hanya memakai Koteka di acara-acara adat atau festival saja.

2. Tari perang

Disebutkan ada beberapa hal yang bisa jadi penyebab suku Dani di Papua sampai bisa berperang yaitu babi, ladang, dan wanita. Senjatanya pun cukup beragam, mulai dari tombak, panah, hingga kapak.

Tapi kini, peperangan ala suku Dani ini sudah dikemas dalam bentuk tarian adat yang diberi nama ” Tari Perang “. Penonton yang menyaksikan tari perang ini pasti mendapatkan pengalaman yang luar biasa, karena bisa melihat langsung para pria disana menenteng senjata sambil berlari-lari layaknya perang sungguhan.

3. Honai

Selain pakaian adat, rumah adat juga termasuk salah satu hal yang unik dari suku Dani ini. Rumah adat ini terbuat dari jerami dan bambu dengan bentuk yang cukup unik yaitu mirip seperti Jamur. Nama rumah adatnya yaitu Honai.

Umumnya, rumah Honai ini memiliki dua lantai, dimana lantai bawah biasanya digunakan sebagai kandang hewan peliharaan seperti babi, sedangkan lantai atasnya dijadikan tempat tinggal. Rumah Honai ini juga salah satu ciri khas suku Dani.

4. Bakar Batu

Bakar Batu merupakan sebuah perayaan (pesta) yang biasa dilakukan oleh suku Dani dalam menyambut kelahiran, pernikahan, upacara kematian, atau tanda bersyukur seperti saat perang sudah selesai.

Pertama-tama, para Mama (yaitu sebutan untuk para wanita tua di Papua) akan menyiapkan ubi-ubi, daun, jerami, kayu, dan batu. Kemudian seorang pria akan membuat api dengan cara mengesekan kedua kayu.

Setelah api sudah menyala, batu-batu tadi akan dibakar hingga panas. Setelah itu, ubi-ubi tadi akan dimasukan dan disusun rapi ke dalam lubang yang sudah diisi dengan jerami. Kemudian ubi-ubi tadi ditutup kembali dengan jerami hingga ubi-ubi tersebut matang.

Rasa ubi yang dibakar seperti ini memiliki citarasa yang sangat enak, apalagi jika dimakan selagi dalam keadaan masih panas. Makanan seperti ini bisa menjamin kesehatanmu karena tidak ada bahan pengawet apapun.

5. Tradisi Potong jari di Suku Dani

Tradisi Potong Jari adalah salah satu bentuk belasungkawa yang biasa dilakukan oleh para wanita dari suku Dani kalau ada salah satu keluarga atau kerabat terdekatnya meninggal dunia. Jadi, kalau ada salah satu keluarga mereka meninggal, maka jari-jari mereka akan dipotong dengan kapak.

Jika jari-jari tangan sudah tidak memungkinkan lagi untuk dipotong, maka daun telinga yang akan dipotong sebagai gantinya, hal ini biasa disebut Ikipalek.

Walaupun begitu, para wanita yang jari atau daun telinga sudah dipotong tersebut tetap akan menjalani hidup seperti biasanya. Tradisi ini adalah bentuk belasungkawa yang paling dalam bagi mereka karena ditinggalkan oleh keluarga tercinta.

Nah, itulah beberapa hal unik dari suku Dani di Wamena, Papua. Keunikan-keunikan ini hanya satu dari jutaan keunikan dan keragaman Indonesia, jadi sebelum hilang ditelan jalam, kita sebagai anak muda wajib melestarikannya.

Baca Juga: 6 Fakta Desa Trunyan, Desa yang Memiliki Tradisi Pemakaman unik di Bali

Loading...

Add Comment