Tradisi Gowok: Tradisi Mengenal Seluk Beluk Tubuh Wanita Agar Pria Menjadi Lebih Jantan

Tradisi Gowok

Ilustrasi Tradisi Gowok via s-media-cache-ak0.pinimg.com

Sejak jaman sekolah dulu, kita semua tentunya sudah paham dengan karakteristik Indonesia yang sangat multikultural, makanya para petinggi negara pada jaman kemerdekaan membungkus pemahaman tersebut dengan kalimat Bhinneka Tunggal Ika.

Saking sangat multikultural-nya karakteristik masyarakat Indonesia, banyak hal yang mungkin belum kita ketahui, salah satunya yaitu sebuah tradisi yang cukup unik dan sedikit tabu yaitu tradisi Gowok.

Pasti banyak yang merasa asing mendengar nama tradisi yang satu ini? sebab tradisi Gowok ini memang salah satu tradisi kuno Jawa yang mungkin saat ini sudah punah. Daripada penasaran, simak yuk ulasannya

1. Asal Usul Tradisi Gowok

Pada awalnya tradisi ini diperkenalkan oleh seorang wanita asal Tiongkok yang bernama Goo Wok Niang. Dia datang ke tanah Jawa bersama-sama Laksamana Cheng Ho pada tahun 1400-an. Tidak perlu waktu yang lama, akhirnya praktek ini dikenal luas di tanah Jawa, dan menjadi sebuah tradisi di kemudian hari.

Sedangkan istilah Gowok diambil dari nama Goo Wok Niang sendiri. Sebab lidah masyarakat Jawa pada saat itu sedikit sulit mengucapkan kata Goo Wook, maka katanya dipersingkat menjadi Gowok saja.

2. Tujuan Tradisi Gowok

Menurut sebuah buku yang berjudul ” Ronggeng Dukuh Paruk “ karya Ahmad Tohari, seorang Gowok memiliki tugas untuk memperkenalkan seluk beluk bentuk tubuh dan cara yang benar dalam memperlakukan seorang wanita kepada remaja laki-laki yang sedang beranjak dewasa.

Tradisi ini bertujuan untuk melatih remaja laki-laki tersebut supaya menjadi lebih dewasa dalam hal memuaskan wanita secara lahir dan batin di masa depan saat dirinya sudah memutuskan berumah tangga kelak.

Biasanya, seorang Gowok disewa oleh para orangtua, terutama oleh seorang ayah yang ingin melatih anak laki-lakinya yang sedang beranjak dewasa. Perlu diketahui, jaman dulu, patokan kedewasaan seorang laki-laki Jawa itu Khitan yang menjadi salah satu syarat utama untuk bisa menjalani tradisi ini.

3. Ternyata Tujuan Tradisi Gowok Bukan Hanya Urusan Ranjang, Lebih Dari Itu…

Lama masa berlangsungnya tradisi ini maksimalnya satu minggu, dimana selama masa itu, para Gowok akan mempersiapkan para remaja laki-laki tersebut agar handal dalam menghadapi malam pertama kelak.

Selain itu, para Gowok juga memperkenalkan banyak hal tentang berumah tangga mulai keperluan dapur hingga cara yang benar dalam memperlakukan seorang istri secara baik agar rumah tangganya tidak hancur berantakan.

4. Tradisi Gowok Pernah Diadaptasi ke Dalam Bentuk Novel

Sejauh ini memang belum banyak buku yang mengulas tentang kisah-kisah para Gowok tersebut, tapi ada satu novel bagus yang mengulas tentang tradisi Gowok ini yaitu Nyai Gowok karya Budi Sarjono.

Novel ini menceritakan tentang pergowokan seorang wanita bernama Nyai Lindri dengan seorang remaja yang sedang beranjak dewasa bernama Bagus Sasongko di Temanggung dengan latarbelakang pedesaan tahun 1955.

Seperti tradisi Gowok yang disebut diatas, Nyai Lindri mengajari remaja tersebut dengan banyak hal dalam urusan berumah tangga seperti memperlakukan tubuh istrinya kelak.

Novel ini bagus dibaca untuk mereka yang ingin mengetahui seluk beluk tradisi Gowok ini. Selain itu, Novel ini juga bisa sebagai bahan rujukan untuk mereka yang sudah terlanjur menaruh kesan negatif kehadap tradisi Gowok ini.

Nah, itulah sedikit informasi tentang tradisi Gowok, Sekarang ini, tradisi ini mungkin sudah punah. Akhir kata, kita memang perlu menghormati sebuah tradisi yang memang pernah ada di masa lampau, entah itu kamu anggap baik ataupun buruk.

Baca Juga: 4 Fakta Unik Debus Banten Yang Bisa Membuatmu Terkagum-Kagum

Loading...

Add Comment